The Curious Case of TV-IP310PI

TV-IP310PIMeskipun judulnya bahasa inggris tapi saya mau cerita menggunakan Bahasa Indonesia. Sebenarnya ceritanya panjang tapi singkat cerita kamis lalu IP Camera TRENDnet TV-IP310PO itu pun datang. Kami pun mulai melakukan testing device yang baru datang ini, sebenernya bukan kami tapi lebih tepatnya Rusman melakukan 98% testing, saya membantu yang 2% :)

Menurut manual yang bisa diunduh dihalaman Support device ini akan mendapatkan IP dari DHCP Server apabila ada. Apabila tidak ada DHCP server di network, maka IP address IP camera ini akan diset ke 192.168.10.30. Karena dikantor ada DHCP Server mulailah lihat dari server dhcp IP device ini, setelah dilihat dengan seksama ternyata tidak ada. Cabut colok dari network pun sudah dilakukan dengan harapan mendapatkan IP dari DHCP server, tapi tidak ada apa-apa.

Karena bingung akhirnya mencoba untuk mengakses IP cadangan yang disebutkan di manual, 192.168.10.30, dan ternyata, bisa. Belum selesai sampai disitu, manual menyebutkan username dan password default adalah admin / admin, ternyata tidak bisa. Seperti biasa password default berikutnya yang kita coba adalah password dan bisa. Jadi kesimpulannya manual IP Camera ini tidak up to date dan harus dibuang saja :)

Tapi hari berikutnya kesimpulan bahwa manual IP Camera ini harus dibuang ternyata salah, hari berikutnya Rusman mencoba IP camera berikutnya (masih dengan tipe yang sama). Belajar dari hari sebelumnya bahwa IP camera ini menggunakan IP static 192.168.10.30 dia langsung mencoba mengakses ip camera yang kedua ini dan hasilnya tidak bisa. singkat cerita setelah scanning IP di network ada device yang MAC address nya Trendnet dan setelah dicoba ternyata benar ini IP camera yang “hilang”. Keanehan kembali muncul, ketika mencoba login menggunakan kombinasi admin / password tidak bisa dan ternyata username & password device ini sesuai yang dituliskan yaitu admin / admin.

Melihat ke tulisan yang ditempelkan di device saya tidak melihat adanya perbedaan, Versi Firmware, versi device nya sama, bahkan serial number pun berdekatan. Entahlah, mungkin ini memang bagian dari petualangan menggunakan IP Camera. Sekian. Tabik

Menulis

Kayaknya ini bukan pertama kali gw nulis tentang menulis. Sore ini iseng liat Entahlah…, baca komentar-komentar di tulisan Tentang ARIMA. Tulisan ini dibuat akhir 2007. lebih dari enam tahun yang lalu dan sesekali masih ada yang kesasar ke tulisan ini dan nulis komentar. Mungkin ini salah satu tulisan terlaris yang pernah gw buat atau mungkin malah yang terlaris diantara banyak blog post di berbagai blog yang gw punya.

Baca beberapa tulisan lain di Entahlah… kadang ketawa-ketawa sendiri liat tulisan gw jaman kuliah, meskipun udah kuliah tulisannya ternyata masih lugu ya, ada beberapa tulisan yang penuh dengan emosi, ada yang gak jelas, tapi setidaknya waktu itu gw berusaha untuk nulis apapun itu.

Sekarang? jarang banget nulis, kalau ide nulis masih cukup banyak tapi ya seperti biasa di tunda, ceritanya diolah diotak tapi ya karena gak di catat, gak didraft diblog atau dimana gitu ya hilang begitu saja. Besok lagi muncul akan mengalami siklus yang sama. Maaf ya ide-ide yang terserak.

Kadang alasanya mencari momen yang tepat. Ada saat yang terlalu emosional sehingga akan lebih baik kalau didiamkan terlebih dahulu sehingga ceritanya bisa dituliskan leih baik tapi setelah emosi menurun malah kerjaan banyak atau ada saja yang menghalangi dan kemudian lupa.

Akhir 2010, WordPress mengumumkan program Daily Post yang masih jalan sampai sekarang, dan saya pun bilang mau ikut. Tapi ya rencana tinggal rencana, lewat pekan pertama dan kedua setelah tanggal 1 Januari jadwal rutin tersebut sudah dilupakan. Tahun 2012, 2013 dan bahkan 2014 ini gw berencana postaday juga, sebenernya sekarang lebih bebas, dalam arti karena ada beberapa blog gw bebas nulis dimana aja yang penting tiap hari nulis, bahkan sebenernya gak harus tiap hari nulis yang penting tiap hari ada tulisan baru disalah satu blog, kalau lagi gak sempat toh bisa di scheduled post kan? Ini mirip dengan resolusi gw tahun 2006.

Jaman SMA dulu, jaman internetan masih harus ke warnet gw punya log dalam bentuk buku, sort of diary tapi bukan yang model “Dear Diary, hari ini gw ketemu cewek cantikk banget”, bukan-bukan yang model gitu. Ada beberapa puisi (dan mungkin itu terakhir kali gw nulis puisi ya?), beberapa tulisan lepas tentang berbagai macam hal. Gak banyak karena ya seperti kebanyakan orang gw ngetik lebih cepet daripada tulis tangan, dan semua tahu bahwa kecepatan otak berpikir jauh lebih cepat daripada kecepatan ngetik orang dengan kecepatan ngetik paling tinggi sekalipun.

Hidup itu lebih indah ketika punya blog cuma satu ya, punya blog banyak maksud hati ingin mengumpulkan tulisan dengan tema yang sama disatu blog tersendiri tapi ada beberapa yang justru mirip, panji.web.id, Entahlah…, dan Melamun Sampai Mati sama-sama blog personal yang seharusnya dipake untuk menampung tulisan kayak tulisan ini tapi kadang jadi bingung mau dipost dimana? Kadang kepikiran OK kalau ide teknologi di tulis di panji.web.id kalau tulisan lain-lain di Entahlah atau Melamun Sampai Mati. Ngomong-ngomong, Melamun Sampai Mati itu dulu terinspirasi buku Om Prie GS Merenung Sampai Mati, ya betul Prie GS yang ini.

Jadi? mau nulis lagi setiap hari? mau #postaday? Entahlah, nanti kalau di woro-woro jadi resolusi hampir tengah tahun malah cuma jadi resolusi, cuma jadi janji dan tidak terealisasi. Biar mengalir saja tapi Bismillah semoga beberapa hari kedepan bisa lebih banyak dan jauh lebih banyak menulis. Tabik.

Milih Apa Pemilu 2014?

Sekedar catatan pribadi. Tahun ini untuk DPR saya milih Dani Anwar (@danianwar) untuk DPR. DPD karena bingung milih tiga orang (Ya, saya faham betul artinya surat suara saya tidak akan ikut dihitung), untuk DPRD karena tidak ada yang kenal saya coblos partainya saja, PKS.

Ya, saya masih memberikan kesempatan untuk PKS kali ini. Ya saya tahu kasus Mantan Presiden PKS memang sangat mengecewakan orang-orang yang mendukung PKS seperti saya, meskipun bukan kader atau simpatisan aktif. Tapi saya tahu dibagian bawah PKS insya ALLAH masih banyak kader-kader PKS yang bersih, yang masih dekat dengan dakwah dan menjadikan politik sebagai salah satu sarana dakwah dan ini alasan saya masih memberi kesempatan untuk PKS. Kalau pun elit PKS ada yang kurang besih ya itu mungkin jadi pembelajaran bagi semua orang, bagi semua kader PKS dan bahkan bagi orang-orang yang mendukung PKS tanpa aktif didalamnya. Saya yakin sangat mudah bagi kita yang ada diluar sistem, yang tidak punya kesempatan untuk korupsi untuk bilang anti korupsi tapi bagi yang memiliki kesempatan butuh iman yang sangat-sangat kuat untuk tetap istiqomah, tetap berjuang dijalan dakwah lewat politik dan semoga kedepan PKS bisa lebih baik lagi terutama elit-elit partai di Jakarta. Amiin.

Sedikit cerita, sebenarnya hari ini saya berencana tidak memilih, pertama karena saya harus pulang ke Cilacap, karena pemilu tahun ini hari rabu jelas gak mungkin pulang, pulang malam rabu, malam kamis balik Jakarta bakal tepar kamis nya :) Tapi ternyata Pak Kost sudah mendaftarkan saya (dan mungkin seluruh penghuni kost) untuk ikut memilih karena senin malam pulang dari kantor ada undangan dari PPS yang diisolasi digagang pintu kamar, jadi lah saya memilih. Terima kasih Pak kost sudah mendaftarkan saya jadi bisa ikut memilih.

Google Apps Email Not Sent

Google Apps LogoThis evening got a phone call from a friend. He’s migrating data for a client from a broken laptop to the new one. Long story short the computer have one outlook 2010 with three email account. One google apps account with setting from Google Apps Sync, one google apps email with manual IMAP settings and the last one is gmail account with IMAP settings.

The second and third email can send and receive email normally, while the first email, the one that was setup by Google Apps Sync can not send email, even though it can receive email normally. Things get more horror when he check webmail and the email is on sent item. The email is on Google server but it is not sent to the intended recipient. He look closely and found that it has outbox label. So the email is on google apps email on sent item with outbox label. So who give outbox label on the email then?

I asked him to check are there any anti spam or anti virus? he said no antivirus or anti-spam program. but after he check on Add/Remove Program there is one antivirus installed but already expired so he uninstall the program. Try to send email again and it successful. So, when you get similar problem, check for anti spam or any email scanner on your computer and try to turn it off temporarily and see if you can send email normally, or if you have expired antivirus try to uninstall it first, if the email send/receive back to normal don’t forget to install the antivirus again. Hope this help.

rvm error wrapping thin

Yesterday I play with rails apps to run with thin. The document that I follow said :

Edit /etc/init.d/thin on DAEMON line to :

DAEMON=/usr/local/rvm/bin/bootup_thin

But no bootup_thin on /usr/local/rvm/bin/. So, I move on setting up thin, it could run the app successfully when I ran thin manually like :

$ thin start -c /home/ec2-user/apps/current/ -p 3000 -e production

The app is running, CSS and Java Script not loaded yet but at least the app running. After reading several blogs I found that I need to wrap thin so that it could use correct rvm and ruby environment. But, again when I ran :

$ rvm wrapper 2.0.0-p353 bootup thin
No bin path suitable for lining wrapper. Try setting 'rvm_bin_path'
1

Try to add /usr/local/rvm/bin/ to system PATH, export rvm_bin_path variable manually but still no luck. Turned out that I need to add the user that run application to rvm group. It's written somewhere in rvm manual but as usual I didn't <acronym title="Read The Fine Manual">RTFM</acronym>. What you need to do when you face the same error is add your user to rvm group.

1
# usermod -aG rvm <your username>

you should be able to wrap thin successfully

$ rvm wrapper 2.0.0-p353 bootup thin
Regenerating 2.0.0-p353 wrappers.

That’s it. Happy hacking!

Download Fujitsu ServerView Agent and ServerView RAID Manager for Debian and Ubuntu

Fujitsu ServerView AgentServerView Agent is a utility provided by Fujitsu to monitor your Fujitsu servers. If you are using supported Linux distribution like Red Hat Enterprise Linux or SUSE Linux Enterprise Server it’s really easy to install them on Fujitsu PRIMERGY servers. You can use ServerView DVD shipped with the server or get the drivers online from FTS Website.

Using ServerView DVD, not only drivers, ServerView Agent and ServerView RAID manager as monitoring tools also installed automatically. Now, what if you want or need to use Community Linux like Debian or Ubuntu, can you also have ServerView agent and ServerView RAID Manager? Sure.

Remember that this is community Linux distribution that not supported by Fujitsu, you might need special contract with Fujitsu or it’s partner if you really need to use Community Linux distribution. Please read Community Linux Warranty Disclaimer before you download or install this software.

FTS provide ServerView Agent and ServerView RAID Manager for four release of community Linux distribution. You can download the files from links below :

Debian 6.0
Debian 7.0
Ubuntu 10.04 (LTS)
Ubuntu 12.04 (LTS)

DPR

DPR alias dibawah pohon rindang, itulah yang sedang saya lakukan saat ini. Duduk dibawah pohon mangga di kebun sebelah rumah (detailnya disebelah rumah ada jalan dan disebelah jalan tersebut ada kebun, itulah kebun yang saya maksud). Ini tanah yang Bapak dan Ibu beli mungkin 15 tahun yang lalu, awalnya sawah, diberi timbunan tanah sedikit demi sedikit lama-lama bagian sawahnya hilang juga, kanan kebun ini yang awalnya sawah juga sudah menjadi rumah, kiri kebun ini sudah ada tiga rumah yang besar.

Dulu ketika beberapa bagian tanah ini masih sawah, atau bekas sawah, bapak sempat membuat kolam ikan a.k.a empang. Tidak dicor hanya sisa sawah yang belum diurug memanjang membentuk huruf L dari selatan, barat daya ke utara. Ada beberapa ikan mas yang dilepas dikolam ini. Dulu, waktu sore hari kolam ini salah satu tempat main saya dan Nok Unis ketika sore.

Waktu bergerak cepat, jaman saya kecil, sebelah rumah ini sawah semua. semua menghampar hijau dimusim tanam dan menguning dimusim panen. Sesekali ketika makan sore pasti Ibu mengikuti kami berdua yang bermain menyusuri galengan (pembatas) sawah. Kabel-kabel Saluran Utama PLN juga masih menjuntai dari tiang satu ke tiang lainnya, tiang terdekat dari rumah satu ada di lapangan depan rumah, tapi bukan didepan rumah persis tapi ke utara terpaut 10 rumah, tiang PLN satunya lagi ada disawah, dan tiang ditengah sawah ini merupakan salah satu tujuan anak-anak bermain.

Dikebun ini sendiri yang rutin mengisi adalah Pohon pisang dari berbagai varian pisang, setidaknya pisang kepok dan pisang raja ada disini. Pohon cemara udang yang dulu hanya berukuran 2-3 meter jaman saya SMP, sekarang sudah menjulang tinggi hingga 5-6 meter, ini karena cemara yang seharusnya dipotong rutin tidak dipotong.

Kembali ke DPR, ceritanya siang ini ada kegiatan mengurug (menimbun) sawah di belakang kebun ini, karena Bapak pergi kondangan jadi saya dilantik menjadi mandor sementara di sini. Ibu bilang dibawah pohon Mangga enak kok kena angin sembribit. Ya karena 500 M dibelakang rumah sudah pantai jadi kalau siang angin dari pantai terasa sampai kesini, dan karena pohon pohon dikebun ini banyak jadi anginnya menyejukkan dan tidak panas.

Melihat banyak cemara dikebun ini jadi berasa di hutan cemara kecil dan kepikiran bahwa banyak kota yang masih membutuhkan hutan kota, mungkin termasuk Cilacap. Selain menyimpan cadangan air hutan, hutan kota juga bisa menjadi filter udara. Mungkin hutan kota kecil bisa dibuka menjadi taman kota yang bisa digunakan para penulis untuk menulis DPR, Menulis Dibawah Pohon Rindang. Sekian.Tabik.

Intel Developer Forum 2013 Presentation Slides

Intel Developer Forum 2013Intel Developer Forum 2013 was held on September 10-12, 2013. There are 21 tracks available.

Intel Developer Forum 2013 tracks :

  1. Academia: Industry and University Collaborations (ACA)
  2. All-in-One PCs (AIO)
  3. Exploring the Technical Details of Intel® Next Generation Microarchitectures (ARC)
  4. 2014 Business Client Solutions (BCS)
  5. Public Cloud Infrastructure Innovation (CLD)
  6. Communications Infrastructure (COM)
  7. Enterprise Data Center Transformation (EDC)
  8. Imagining and Inventing New PC Usages and Capabilities (EXP)
  9. Intel Labs: Innovating for the Future (FUT)
  10. Gold Sponsor Sessions (GSP)
  11. Graphics and Visual Computing (GVC)
  12. High Speed I/O Technologies (HST)
  13. Intel® Perceptual Computing (PER)
  14. The Security Journey: Ensuring Platform Security through Intel® Architecture (SEC)
  15. Intel® Software and Services: Providing a Competitive Advantage Through Software (SFT)
  16. Special Sessions (SPC)
  17. Intel® Solid-State Drive Technology (SSD)
  18. System Technologies and Tools: UEFI, System Design and Simulation (STT)
  19. Intel® Atom™ Processor Based Tablets (TAB)
  20. Technical Computing (TEC)
  21. Ultrabook™ and 2-in-1 Devices (ULB)

You can download the PDF, Webcast and audio session from IDF 2013 Technical Session Catalog.

You can also download slides from Intel Developer Forum 2012.

Mengejar Mie Jowo

 

Sejak beberapa pekan lalu istri saya tercinta ngidam Mi Jowo. Sebenarnya mie jowo favorit nok dan gw sendiri Mie Jowo Pak Sunaryo yang ada Jalan Majapahit, di seberang RSJD Dr Amino Gondohutomo, Semarang tapi ya untuk mengobati kangen makan mie jowo, apapun OK lah.

Sebenarnya sudah lama Nok Riris bilang pengen Bakmi Jowo tapi karena gak tau penjual Mie Jowo dimana belum jadi-jadi untuk beli. Hasil googling beberapa waktu lalu sudah tulisan di Kompasiana yang menceritakan beberapa penjual Mie Jowo di Jakarta. Ada Mie di daerah Dharmawangsa dan di depan pengadilan negeri Jakarta Selatan. Setelah lama tertunda, Ahad malam kemarin kita mencoba mencari Bakmi Jowo Mbah Surip, karena harus menggunakan angkutan umum bukan Bakmi Jowo Mbah Surip yang di Sebrang Pengadilan Negeri Jaksel yang kami tuju tapi cabang yang ada di Sebelah SMK 57.

Dari kost jalan ke Halte Duren Tiga, gak berapa lama sampailah di Shelter SMK 57. Turun jalan ke arah selatan, sampai hampir perempatan deptan belum nemu juga, akhirnya kami jalan balik siapa tau justru di Utara SMK 57 dan bukan diselatannya (semoga arahnya bener:) Ketika jalan balik ke arah SMK 57 gw tanya abang tukang parkir dan dia gak tau tapi dia bilang disamping SMK kayaknya ada mie tapi tutup deh. Jalanlah kami berdua ke arah SMK 57 dan ternyata benar Bakmi Mbah Surip ternyata ada disamping SMK 57, mungkin cuma berjarak 20Meter dan karena tutup kami berdua sampai gak ngeh sudah melewati.

Didekat situ ada warung tenda yang jualan makanan model capcay, nasgor dll, Nok Riris ngajak makan disitu tapi gw tawarin mau coba ke sebrang PN JakSel atau gak? dan akhirnya naik taksi kita kesana. Turun depan samping PN Jaksel kita jalan balik, dan kembali gak nemu, tanya ke Ibu penjual Sate Ayam ternyata “itu mas didepan tapi tutup”. Hmffff nasib nasib. Jalan ke perempatan gw nawarin mau makan padang gak? karena diperempatan itu ada RM Sederhana, tapi nok lebih prefer seafood, jalan balik lagi lah kita berdua, dan makan ikan bawal bakar.

Selesai makan, jalan pulang naik Taksi yang drivernya ibu-ibu. Baru kali ini seumur-umur dijakarta, akhirnya, naik taksi yang drivernya ibu-ibu. Yang nggondukke adalah dalam perjalanan pulang liat di deket pertigaan Ampera dan (mmm itu jalan apa ya yang tembusnya perempatan penvil) dikiri jalan ada Bakmi Jowo Mbah Surip. Entah ini cabang, atau justru ini Mie Jowo Mbah Surip yang kami cari belum tau juga. Mungkin weekend ini atau weekend depan kami akan mencari jawabannya. Halahhh….

Kalau anda memiliki info warung Mie Jowo yang ada di Jakarta, khususny yang bisa dijangkau dengan bis / busway jangan lupa comment ya. Tabik.