Quotes NCIS Season 8 Episode 15

McGee : “Bos…This is all my fault, I take responsibility for what happened here. You’ll have my resignation by the end of the day”
Gibbs : “You break protocol McGee?”
McGee : “No, but…”
Gibbs : “I am responsible, you’re part of a team, you’re part of my team, and I’m sure hell not turn in my badge”

Gibbs’ Rules

Gibbs adalah Special Agent in Charge di NCIS. Sebelum bergabung dengan NCIS atau waktu dia bergabung bernama NIS (Naval Investigative Service) Gibbs adalah seorang Scout Sniper, posisi unik di marinir yang merupakan gabungan scout dan sniper. Scout merupakan sebutan bagi tentara yang bertugas mengumpulkan informasi mengenai musuh, sementara sniper bertugas untuk melakukan eksekusi.

Gibbs memiliki 51 aturan atau mungkin lebih pas disebut prinsip dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Sejauh ini baru 24 diantaranya yang disebutkan, beberapa diantaranya memiliki nomer yang sama, entah ini kesengajaan penulis skenario atau mungkin juga penulis skenarionya lupa :) Berikut 24 Gibbs’ Rules yang sudah pernah disebutkan hingga episode terbaru NCIS dan komentar saya tentunya untuk yang perlu dikomen :

Rule #1: Never let suspects stay together
Kenapa? karena kalau ditempatkan diruangan yang sama tidak akan ada yang memberikan keterangan, semua tersangka akan diam. ditempatkan pada ruangan berbeda interogator bisa mempermainkan masing-masing tersangka. Besar kemungkinkan mereka akan membuka mulut, mengakui apa yang diperbuat dan apa yang diperbuat tersangka lainnya.

Rule #1: Never screw (over) your partner
Rules ini pernah disebutkan Jenny Shepherd, direktur NCIS sebelum Leon Vance, Jenny menyebutkan “Never screw your parter”, dan dikoreksi Gibbs “Never screw over your partner”. Kurang lebih mungkin jangan membuat kesalahan yang membuat rekan kita ikut terlibat

Rule #2: Always wear gloves at a crime scene
Rule ini jelas, kalau tidak menggunakan sarung tangan crime scene atau tempat kejadian perkara (TKP) akan terkontaminasi dengan sidik jari dsb.

Rule #3: Don’t believe what you’re told. Double check
Dalam melakukan investigasi, termasuk melakukan wawancara dengan saksi tidak jarang Gibbs memerintahkan anak buahnya untuk melakukannya kembali atau dengan saksi lain agar mendapat sudut pandang berbeda

Rule #3: Never be unreachable
Ini lebih jadi Rule Mike Franks, pensiunan agen NCIS mantan bos Gibbs yang juga merekrut Gibbs. Gibbs beberapa kali sengaja tidak dapat dihubungi ketika mencoba menyelesaikan kasus diluar jalur.

Rule #4: The best way to keep a secret? Keep it to yourself. Second best? Tell one other person – if you must. There is no third best

Rule #6: Never apologize. It’s a sign of weakness / Don’t Apologize It’s a sign of weakness
Ini kelihatannya aturan yang paling sering disebut di NCIS. Tapi kenapa gak boleh minta maaf? bukankah meminta maaf itu baik dan menunjukkan kita adalah manusia? Dalam kehidupan pribadi iya tapi dalam kehidupan professional tidak. Dalam beberapa kesempatan ketika salah satu anggota tim Gibbs melakukan kesalahan alih-alih meminta maaf mereka mengatakan “It won’t happen again bos” dan Gibbs biasanya menjawab “It won’t”. Hal ini membuat tim Gibbs akan berusaha agar kesalahan yang dibuat tidak dilakukan lagi dimasa yang akan datang. Bukan berarti gibbs tidak pernah meminta maaf, dia pernah meminta maaf ke Kate ketika terlambat di pemakamannya, dan meminta maaf kepada Ducky sepulang Gibbs dari Mexico.

Rule #7: Always be specific when you lie

Rule #8: Never take anything for granted.

Rule #9: Never go anywhere without a knife. kadang disebutkan juga “Never leave home without a knife.”

Rule #10: Never get personally involved in a case

Rule #11: When the job is done, walk away

Rule #12: Never date a coworker
Aturan yang lucu mungkin tetapi kalau menjadi agent yang ketika melakukan tugas selalu menyerempet bahaya hubungan personal bisa membuat mereka tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik

Rule #13: Never, ever involve a lawyer
Kenapa? karena lawyer rempong. Mereka akan mencari celah hukum untuk melindungi client nya.

Rule #15: Always work as a team

Rule #18: It’s better to seek forgiveness than ask permission

Rule #22: Never, ever bother Gibbs in interrogation

Rule #23: Never mess with a Marine’s coffee… if you want to live

Rule #27: There are two ways to follow someone. — First way they never notice you. — Second way they only notice you

Rule #38: Your case, your lead

Rule #39: There is no such thing as coincidence

Rule #40: If it seems someone is out to get you, they are.

Rule #44: First things first, hide the women and children

Rule #45: Clean up the mess that you make

Rule #51: Sometimes – You’re wrong

Berikut dua video potongan NCIS mengenai Gibbs Rules :

Lari

Lari dalam bentuk apapun dari jogging hingga sprint mirip kita menjalani hidup. Diawal lari kita memiliki rencana dan target, kalau kita berada di lapangan olah raga atau stadion kita akan menargetkan berapa putaran kita akan berlari. Dua puluh meter pertama akan terasa terlalu ringan karena tubuh kita memang baru saja memulai, keringat belum keluar, kaki belum pegal. hampir setengah putaran lapangan kaki mulai protes, apalagi kalau kita jarang berlari, nafas mulai hilang dan kita pun terengah-engah.

Setengah putaran pun terlewati, kaki yang pegal dan nafas yang hampir habis membuat kita ingin berhenti. Pikiran kita membisikkan “berhenti saja tak apa, toh sudah setengah putaran, ini awal yang bagus, besok-besok kalau lari lagi bisa satu putaran”. Namun, hati memberikan dorongan “Ayo semangat baru setengah putaran, itu nafas masih ada, kaki masih kuat untuk diajak berlari”.

Tinggal satu perempat dan genap satu putaran godaan ini semakin berat, dan satu putaran pun terlewati. Kembali pikiran dan hati berperang dalam diri kita berhenti…terus..berhenti…terus sampai ke putaran kedua dan seterusnya dan seterusnya sampai kita memutuskan untuk berhenti. Berhenti ketika kita sudah mencapai jumlah putaran yang kita rencanakan atau berhenti separuh dari target, tiga perempat atau malah seperempat target kita, tentu kita memiliki kebebasan penuh dalam memutuskan kapan. Tentu bukan hanya kita yang menjadi faktor penentu bisa saja baru setengah target jumlah putaran hujan deras sehingga mau tidak mau kita harus berteduh, atau kita terjatuh dan luka yang lebih baik berhenti daripada meneruskan untuk berlari.

Dalam hidup bukankah kita merasakan hal yang sama? kita menetapkan target dalam kehidupan kita. Seberapa besar usaha kita, apakah kita akan berhenti ketika merasa lelah, ketika gagal atau akan terus berjalan semuanya terserah kita. Apakah kita bisa mengatur hati dan pikiran kita untuk seiring sejalan mencapai tujuan kita? Mari berlari!

Images via : http://gajahbesar.files.wordpress.com/2010/03/running.jpg

{me|di} rekrut

Berusaha direkrut sekaligus membantu merekrut merupakan hal yang sedang gw alami beberapa bulan terakhir. Selalu saja melibatkan beberapa keputusan, dari sisi interviewee, “Apakah akan dateng interview?”, kalau lolos “Apakah akan menerima tawaran organisasi yang dilamar”, dari sisi interviewer “Apakah akan ngundang seseorang untuk di interview?”, setelah interview “Apakah akan merekrut orang ini?”, dan setelah merekrut pun masih ada pertanyaan “Apakah orang ini memang orang yang cocok untuk organisasi ini?”, “Bagaimana kinerja dia selama masa probation? memuaskankah? kalaupun tidak diatas standard apakah sudah memenuhi standard minimal?”, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berdasarkan asumsi dan asimetri informasi dari kedua sisi.

Jadi, kali ini kami gagal mencari orang yang tepat lagi. Ya, mencari orang yang tepat memang sulit, sangat sangat sulit. Bahkan ketika anda yakin ketika interview beberapa kali bahwa ini adalah orang yang tepat keyakinan anda itu justru akan luntur seiring berjalan waktu. Kadang justru dengan keyakinan minimalis terhadap seseorang akan meningkat perlahan seiring berjalan waktu. Meskipun keputusan akhir apakah kita akan merekrut seseorang untuk menjadi calon asisten atau gak ada ditangan ketua / sekretaris lab, tapi semuanya punya kesadaran penuh untuk ikut menyeleksi dan memutuskan siapa yang akan diloloskan ke tahap berikutnya, bukankah mereka akan menjadi anggota tim dan penerus asisten yang ada?

Semalem gw mampir kerumah Om Gibbs, seperti biasa pintu depan gak dikunci toh di navy base.
“So……?”, tanya om Gibbs setelah ambil coke dari kulkas sambil jalan ke arah gw.
Gw masih diem. Om Gibbs cuma menatap gw
“I failed training the probie”
“I know, you were lowering your standard, weren’t you?”
“Yeah. I’m…. It won’t happened again”, jawab gw, untung gak keterusan bilang I’m sorry :)
“I’m sure it won’t”.

“I just…. I just try to be more human”.
“I was thinking that we should treat every probie differently, and I was… I was trying really really hard to make her ready to run the labs, I mean on worst case scenario she should be the one who have to run the old lab”
“Hmmfff……”
“You know Gibbs…. I was afraid if I make a wrong decision by not preparing her, but it turned out that the way I take is the wrong one”

“So…..”, tambah Om Gibbs setelah gw terdiam beberapa lama
“So, it won’t happened again, never. Once a standard always a standard. Never ever hesitate to train a probie hard”
“Yup, GIGO Anyway, however hard you try it’s still not and won’t be a diamond”
dan Om Gibbs menyalakan TV.

F dan V bukan P

Heran hari gini masih aja banyak yang salah nulis Februari dan November, ya nama bulan yang dua itu memang paling sering disalah tulis, baik di tanggal surat sampai ditanggalan, bahkan tanggalan resmi almamater gw pun sama, menulis Februari dengan Pebruari dan November dengan Nopember. Please deh, cek di KBBI kalau gak percaya. Februari dan November ya, Ingat!

Wisata Helmet

Pada sebuah sabtu malam

Cowok : “Nok mampir beli helm sekalian ya”
Cewek : “Mmm besok aja mas, sekalian aku beli tiket”
Cowok : “Halah sekalian aja jadi besok udah punya helm”

Dan lewatlah mereka di depan gedung wanita,
Cewek : “Yaudah mas beli sekalian aja”
Cowok : “Wuuuu, yowis” (sambil terus melajukan motor ke ujung taman KB)
Cewek : “lho mas mau lewat mana?”
Cowok : “Lewat sana sekalian aja itu lho.”

Sampailah di tempat jualan helm, entah itu sebenarnya satu penjual atau dua penjual gak tau, disebelah kanan
Cewek : “Mas yang ini berapa?”
Masnya penjual : “Yang itu 90rb mbak”
Cewek : “gak bisa kurang mas?”
Masnya penjual : “Yang itu 60 ribu mbak” (sambil nunjuk salah satu helm)

pindah ke penjual yang sebelah kiri
Cewek : “mas yang VOG berapa mas?”
Masnya penjual 2 : “145 ribu mbak”
dan pasangan cowok cewek itu pun masih mencoba satu persatu helm yang ada.
Cowok : “Punya dhince MAZ nok, mmmmm, eh itu ada”
Cewek : “Mas itu yang MAZ berapa?”
Masnya penjual 2 : “145 ribu mbak?”
Cewek : “110 ya mas”
Masnya penjual 2 : “Wah belum dapet mbak, kalau 100 yang BMS itu mbak”
Si cewek ambil helm dan menyerahkan ke si cowok, “Coba o mas”
Cowok : “Enakan yang VOG nok”

Pasangan itu masih melihat-lihat helm dan mencoba beberapa helm
Cowok : “Ini lama-lama jadi wisata helm nok, kita coba satu satu dan gak beli”

Dan bener aja, setelah membandingkan beberapa kali,
Cowok : “Gimana nok? apa mau nyoba lihat yang didepan gedung wanita sana?”
Cewek : “Yaudah mas kesana dulu aja”

Dan sampai penjual didepan gedung wanita pun harganya masih mirip dan gak boleh ditawar.
Cowok : “Yowis besok aja nok, nok liat dulu aja pas beli tiket besok, kalau murah disini nanti mas beli pas mau njemput nok besok”
Cewek : “Oke”

Siang keesokan harinya, mencoba mencari helm didekat rumah si cewek, Hmmm ternyata pilihannya lebih sedikit dan ekstrim, helm yang biasa aja dan helm yang sangat bagus sangat mahal :(

Meluncurlah kita ke penjual didekat pertigaan.
Cewek : “Emang modelnya banyakan yang ditaman KB ya mas”
Cowok : “Iya ya, tapi ya udah lah mau gimana wong butuhnya sekarang”
Cewek (ke mbak penjual) : “mbak, yang ini berapa?” (sambil pegang helm BMS)
Mbaknya penjual : “125 ribu mbak”
Cowok : “eh nok itu ada VOG”
Cewek : “kalo yang VOG berapa mbak?”
Mbaknya penjual : “155 mbak”
Cowok : “Waaa lebih mahal”
Cewek : “Yang ini bisa kurang mbak?” (masih dengan helm BMS)
Mbaknya penjual : “115 deh mbak”
Cewek : “110 ya mbak”
Mbaknya penjual : “wah belum boleh mbak”
Cewek : “halah mbak 110 gitu, ya, 110 ya”

hening sesaat

Mbaknya penjual : “Ya udah mbak 110 gak pa pa”

Jadi akhirnya kita beli helm baru. Oh iya helm yang lama mendadak menyublim diparkiran kost sicowok. Entah dipinjam siapa dan kemana tapi menyublim tanpa jejak.

Note : Gambarnya cuma illustrasi, diambil dari teknogila

Mengawali Dengan Merusak

Setiap malam pergantian tahun, new years eve kata orang, apa sih yang kita lakukan? gak peduli dengan apakah rencana kita tahun ini sudah tercapai atau belum, berapa banyak kesalahan yang kita lakukan tahun ini, berapa banyak kegagalan yang kita lakukan karena kita kurang cermat, dan sebagainya dan sebagainya. Kita melupakan semua itu, toh sudah berlalu.

Kita menatap tahun baru dengan penuh optimis, rencana ini itu dan sebagainya. Tanggal 31 Desember sore kita sudah bersiap berkumpul dikeramaian, kafe, pusat kota, bar dan tempat lainnya. Berpesta menanti tanggal 1 januari tahun berikutnya. Tepat pukul 00:00 1 Januari kita meniup terompet keras-keras, beberapa orang menyalakan kembang api. Seolah kita berseru pada Tuhan “Tuhan ini tahunku, aku akan lebih baik tahun ini”, tapi bukankah tiap detik yang kita lalui adalah milik Tuhan?

Kembang api selesai, dan semua orang kembali ke rumah masing-masing membawa lelah setelah pesta semalaman. Apa yang ditinggalkan? Kerusakan. bukankah dengan semua kendaraan turun kejalan pagi itu kita merusak kota kita masing-masing dengan polusi, belum kemacetan dimana-mana yang berarti polusi yang dihasilkan jauh lebih banyak. Saya mengakui, saya ikut dalam kegiatan jahat tersebut.

Lebih parah lagi tanggal 1 Januari pagi, ketika mentari sudah muncul (atau setidaknya mentari sudah seharusnya muncul kalau tanggal 1 Januari pagi diawali dengan hujan) pusat kota menjadi tempat sampah masif. Sampah dimana-mana mulai dijalan sampai fasilitas publik, Taman KB atau Simpang Lima di Semarang misalnya. “Oh itu kan sampah tahun lalu, ini sudah tahun baru kan?”, atau “Sudahlah, ada pasukan kuning yang akan membersihkan itu semua”. Ya, mari kita melakukan itu setiap awal tahun. Mengawali tahun dengan merusak.

Image from umairbatam