Ladies First

Ladies First, gw yakin temen-temen semua pasti pernah denger dan pernah pake ungkapan (atau ucapan?) itu baik dengan serius maupun bercanda. Beberapa bulan lalu di acara tunangan temen kantor ada hal baru yang gw pelajari tentang ladies first ini.

Pesta tunangan itu model pesta Chinesse dimana tamu-tamu duduk dimeja yang telah disediakan, makanan disajikan silih berganti secara berurutan. Kebetulan satu meja dengan bapak-bapak temen kantor yang sudah senior, temen-temen yang kurang lebih seangkatan, Pak Bos RS, Pak Bos EM beserta istri juga akhirnya satu meja disitu juga, karena meja lain yang di reserve untuk temen-temen kantor sudah penuh, sebenenerya ada satu lagi, cuma meja-meja lain memang belum penuh :D

Terus apa hubungannya dengan ladies first, jadi waktu makanan kedua atau ketika dihidangkan salah satu temen mau ambil duluan, terus Bos RS bilang kurang lebih “Eh Wanita duluan, wah kamu gak sopan” dengan nada santai, meskipun istri bos EM “udah gak papa ambil duluan aja” akhirnya temen ngambilin dulu untuk Ny EM :)

Sederhana tapi yang bisa dipelajari untuk cowok pria-pria diseluruh dunia bahwa ya dalam kondisi dimana memang memungkinkan untuk ladies first ya gunakan itu, misal ambil makanan tadi, masuk / keluar lift, dan banyak hal lainnya, apalagi kalau it’s a beautiful lady :D

Tapi gimana kalau kita antri di kasir atau dimana gitu, yang belakang kita cewek? apakah kita mau menyerahkan antrian kita ke sang cewek, iya kalau satu belakangnya mas-mas, om-om, bapak-bapak, mbah kakung semua, kalau belakangnya cewek semua sampe pol, kita jadi diantrian paling belakang, terus ada lagi yang antri, cewek lagi. kapan selesainya :) Ya mungkin liat-liat situasi dan kondisinya kali ya :)

Bermain Dengan Layanan File Sharing

Sudah mmmm berapa tahun ya gw menggunakan layanan filesharing, mulai dari Rapidshare, kemudian Hotfile (kalau ini kata om @dezinfectant itu tempat donlot file hot hot ya :D ), kemudian dua yang terakhir Fileserve dan Filesonic. Layanan yang baru gw sebut merupakan layanan filesharing yang gw pernah pake layanan premiumnya (biasanya iuran sama temen-temen). OK berikut pengalaman dan komen gw menggunakan layanan-layanan tersebut.

Rapidshare

Semuanya berawal dari Rapidshare. Gw sempet cukup lama pake layanan free Rapidshare, jaman itu lumayan cukup nunggu dan gak perlu isi CAPTCHA, meskpun gak bisa di resume alias kalau donlot putus harus mulai lagi dari awal tapi not bad lah karena internet kala itu pelan pelan saja :)

Semua berubah ketika negara api menyerang salah seorang dosen yang sering main ke lab tanya bisa gak beli akun premium Rapidshare dan kebetulan beberapa saat sebelumnya gw baru aja tau idrapid, alhasil saya dikasi uang untuk transfer dan buat akun ke idrapid, dan sejak saat itu mulai kecanduan untuk langganan akun premium. Cukup lama bapak Dosen ini mendanai akun premium rapidshare untuk digunakan rame-rame, gw mengalami mulai kuota unduh Rapidshare unlimited, 10 GB per pekan (apa 10 GB per pekan?, iya jaman itu semaleman paling bisa ngunduh 1GB), kemudian turun jadi 5 GB per pekan, kalau gak kepake kumulatif sampe 25 GB kalau ndak salah. Kemudian Si Bapak menjadi semakin sibuk dengan penelitian dan jarang mencari buku-buku bagus yang dihost di Rapidshare sehingga akhirnya diputuskan untuk tidak mendanai lagi proyek ini :)

Beberapa saat setelahnya mas @grahacyrus mengajak untuk iuran langganan Rapidshare sendiri, dan ya akhirnya beberapa saat kami langganan Rapidshare. Rapidshare ini merupakan salah satu file sharing yang mantab. Jarang sekali error meskipun setahu gw karena jaman itu pemain file sharing masih bisa dihitung pake jari (jari tangan dan jari kaki mungkin) sehingga Rapidshare banyak digunakan. Dengan akun premium plus download manager maknyus. Dulu gw sering ninggal unduhan malam-malam di markas yang satu ini, dikomputer yang tak tentu, meskipun belum sempat terusir tapi karena sering kali ketika mau merapikan unduhan komputer sedang digunakan oleh rekan lain hal ini lama-lama merepotkan. Akhirnya saya pindah mengunduh di server.

Dengan wget cukup menggunakan opsi --http-user dan --http-password untuk memasukkan username dan password akun premium. karena secara default wget hanya membuka satu koneksi ke server maka gw biasanya njalanin beberapa unduhan sekaligus supaya bisa menuh-menuhin line internet yang ada. Minus nya hanya ketika sebuah file sudah selesai diunduh sampai akhir dan saya mencoba untuk me-resume unduhan tersebut maka wget akan mengunduh ulang dari awal. Doh! jadi jaman itu harus metani (melihat dengan teliti) satu per satu, kalau sudah full saya hapus dari daftar yang belum saya resume.

Semua berubah ketika Rapidshare memberhentikan program point nya. Ini merupakan hal yang membuat para penggunggah (uploader) lebih bersemangat, jadi ketika file yang kita unggah di unduh oleh orang lain, maka kita akan mendapat poin, tentu Rapidshare sudah memiliki sistem untuk mencegah abuse. File yang diunduh 100 bahkan 1000 kali dari alamat IP yang sama tetap akan dianggap satu unduhan dalam hari yang sama.

Hotfile

Setelah program poin Rapidshare berhenti, para pengunggah pindah ke layanan lain salah satunya adalah hotfile. Meskipun namanya Hot tapi tidak ada ke Hot an dari layanan ini selain server-servernya layanannya yang setangguh Rapidshare. Server Hotfile termasuk bagus dibandingkan dengan Filesonic dan Fileserve misalnya, jarang sekali unduhan putus karena server kepenuhan, kecepatan unduh pun dari tiap server kurang lebih sama, misal kita punya line internet 2 Mbps maka kita bisa menggunakan seluruh bandwith itu untuk mengunduh dari tiap server, kadang memang ada server yang lambat, meskipun internet kosong tapi kita cuma bisa pakai separunya saja tapi jarang gw nemuin server hotfile kayak gini.

Mengunduh dengan wget? gak bisa pake opsi --http-user dan --http-password, harus save Cookie ke sebuah file, dan meload cookie ini ketika mengunduh. Oh iya satu lagi enaknya hotfile, Cookienya tidak mengunci di satu IP tertentu sehingga dengan cookie yang sama kita bisa mengunduh dari IP publik yang berbeda.

Cukup lama menggunakan layanan hotfile, akhir tahun lalu gw dan temen-temen sempet langganan untuk periode setengah tahun dan apesnya akhir tahun lalu Email gw di hack orang dan password hotfilenya diubah :( Yang gak enak juga dari hotfile adalah mereka tidak bertanggung jawab atas hacked account, hotfile tidak memiliki mekanisme untuk mengambil alih akun kembali. ini ada di halaman FAQ


Q.My account was hacked?
A. You must keep secure your account information. Any mails about hacked accounts, changed information and so on will be ignored! It is your responsibility to keep your account information safe!

Waktu kehilangan akun hotfile akun itu baru dipake satu bulan, jadi lima bulan terbuang sia-sia, maaf teman-teman :( Gw sempe nyoba untuk brute force akun hotfile pake wordlist macem-macem, tapi ndak berhasil juga :(

Akhirnya beli ulang akun untuk satu bulan dan kali ini dengan akun email yang memang khusus untuk akun premium seperti ini :) Awal tahun 2011 ini file-file yang ada di Hotfile entah kenapa cepat hilang, banyak pengunggah curiga ini dihapus oleh hotfile sendiri ketika ada barang bajakan yang diunggah ke situsnya (ya meskipun tentu masih banyak yang lolos) :)

Filesonic

Mas @grahacyrus lagi yang mengajak untuk mencoba menggunakan Filesonic. Waktu itu sore-sore mas @grahacyrus langsung transfer via internet banking, gw buat user, konfirmasi dsb. Pengalaman pertama menggunakan Filesonic bagaimana? Menyebalkan, jangankan menggunakan wget, menggunakan Internet Download Accelerator saja lambat, belum lagi cookies cepat expired kadang baru putus sekali sudah expired, bahkan kita gak bisa membuat daftar unduhan, karena ketika pertama kali di unduh Download Manager (dapat link dan ukuran file) maka harus langsung diunduh, ketika kita memilih untuk membuat antrian maka cookie itu akan expired :( akhirnya hanya bisa dipake untuk mengunduh buku dan majalah yang ukurannya kecil-kecil, gak sampai 100MB. Kenapa waktu itu mencoba filesonic karena salah satu situs langganan kita mempromosikan filesonic dan banyak file di host di filesonic.

Tidak puas dengan filesonic dan link di hotfile juga mulai berkurang, akhirnya kami melanggan fileserve. Tapi sebelum cerita fileserve gw mau cerita tentang filesonic sekarang, karena sekarang dan dulu beda. sekarang filesonic sudah seperti layanan file sharing lainnya, cookie cukup lama expired, kita bisa membuat download list (karena cookie tidak cepat expired) dan ketika koneksi putus sampai beberapa kali pun masih bisa resume.

Server juga relatif lebih cepat dari fileserve, hanya saja kalau kita mengunduh dengan wget server filesonic tidak melempar nama file ke wget sehingga harus manual menggunakan opsi -O dan menyebutkan apa nama file yang ingin kita gunakan untuk menyimpan unduhan tersebut.

Fileserve

Fileserve merupakan pelarian dari hotfile dan setelah mencoba filesonic tidak puas. Fileserve cukup bagus, tapi tetap ada beberapa hal yang mengganggu, diantaranya cookie yang lock IP sehingga ganti IP kita harus re login (kalau dengan download manager seperti IDM bukan masalah besar karena semuanya otomatis, kalau dengan wget artinya harus save cookie ulang). Selain itu yang menyebalkan adalah ketika sebuah server penuh maka kecepatan mengunduh dari server tersebut menurun drastis, bahkan ada beberapa server yang tidak memberikan respon dan kalau ini terjadi maka unduhan kita akan dialihkan ke server http://fsdndm.fileserve.com yang kata seseorang disebuah forum fsdndm itu server yang menangani ketika server lain tidak merespon :)

Sekian pengalaman gw menggunakan layanan file sharing, layanan lain yang OK tentu saja Mediafire yang bisa diresume dan 4shared yang katanya mau diblok oleh pak menkominfo, #nomention ah :) Tabik.

Dear Indosat M3

Dear Indosat M3, Sebagai pengguna yang sudah 9 tahun menggunakan layanan IM3 (dengan nomer yang sama) saya merasa sedikit sangat dan semakin terganggu dengan banyaknya SMS Spam yang masuk ke HP saya. mulai dari yang menggunakan nomer khusus 3-4 angka, dari 959 pagi ini misalnya “Dgrkn lagu mp3 dari…” sampai yang menggunakan nama tertentu (bukan nomer), bahkan kadang ada SMS Spam dari INDOSAT.

Saya kurang tau persis apakah ada pasal dalam perjanjian penggunaan layanan IM3 yang menyatakan bahwa pelanggan bersedia dengan sukarela menerima spam SMS baik dari INDOSAT, Indosat M3 maupun pihak ketika yang diizinkan oleh IM3. Kalau memang ada, ya, saya memang kalah secara hukum dari Indosat karena itu adalah perjanjian penggunaan yang harus saya terima, tetapi kalau tidak ada atas dasar apa IM3 mengirimkan spam atau memperbolehkan pihak ketiga mengirimkan SMS spam ke pelanggan?

Terlepas dari perjanjian penggunaan atau apapun yang menjadi dasar IM3 mengirimkan SMS spam, pernahkah anda menanyakan pada diri anda sendiri apakah etis melakukan hal seperti itu kepada pelanggan anda? Sekian dan Terima kasih.

#hubbub

Hubbub itu kata mesin satu ini terjemahan dari galau, sebuah kata yang terdiri atas lima huruf. Galau, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau

Kalau orang bilang usia-usia ABG itu masa-masa labil dan galau, lepas masa ABG ternyata ada fase ABD (anak baru dewasa) yang juga adalah masa-masa labil dan galau ya meskipun beda tentunya. kalau pas ABG masih mencari jati diri, mau jadi apa, mau ikut style apa pakaiannya, musik apa, ikut kegiatan apa dan sebagainya kalau galau tahap dua adalah kerja dimana? kenapa harus kerja (bukan soal uang ya,tapi soal mendasar alasan kenapa sih harus kerja?), mau diperusahaan sekarang sampai kapan? mau pindah kerja atau menetap selamanya? kapan nikah? kapan punya anak? kalau punya anak gimana ya nanti? mau tinggal dimana setelah nikah? masih mau ngekost atau kontrak rumah? kapan beli rumah? atau beli apartemen dulu selama masih berdua setelah menikah? dan masih banyak lagi tentunya.

Dalam kegalauan gak akan membantu untuk cerita dengan teman sekitar yang mostly seangkatan, kakak angkatan, adik angkatan yang tentunya masih mengalami masa galau juga. dan kalau orang galau ketemu orang galau seharusnya jadi dua orang tidak galau kan? tapi besar kemungkinan justru jadi dua orang galau^2 :)

Jadi, Apa kegalauanmu?

Diuangkan

Mumpung masih terasa :)

Jadi Beberapa waktu lalu sebelum pulang sempet ngobrol sama temen kantor, dia ini programmer ABAP alias ABAPer yang sudah malang melintang di dunia SAP. mungkin terpaut dua tiga empat atau lima angkatan diatas gw. Sore itu kita obrol-obrol singkat tentang SAP, tentang SaaS SAP yang mungkin bisa dijual disini, mungkin, karena dia sendiri gak begitu tahu gimana dan kemana arah SAP jual layanan. Sampailah pada pertanyaan sederhana tapi to the point

Teman : “Eh kamu diuangkan juga gak sih? atau cuma untuk internal aja?”
Gw : (ketawa meskipun sudah ngeh arti pertanyaan si mas ini)
Teman : “Kalau kayak Mbak X (bagian finance) itu kan menangani internal aja gak ada proyek diluar”
Gw : “Iya mas aku nangani client juga diluar, ya kayak gitu deh IT lain-lain”
Teman : “Ooo dapet bonus juga kan berarti”
Gw : “he he he, iya sih…” (karena sampai kemarin belum dapet bonus karena tagihan ke klien belum cair)

Dan ya ternyata memang diuangkan. Hmmmm gitu deh :)

Windows, Linux, Proprietary, Open Source

Gw kenal Linux pertama kali sekitar tahun 2001. waktu itu dari edisi perdana majalah InfoLinux. Coba install mandriva Mandrake Linux dikomputer rumah. lupa versi berapa entah 6.2 atau 7.2 ya waktu itu. Jaman itu masih semangat-semangatnya dengan yang namanya open source. Semakin lama gw melihat teknologi apapun itu both open source maupun proprietary “hanya” sebagai bagian dari solusi dan bukan hal yang mendasar yang harus diperjuangkan mati-matian. Kadang ketika monitoring milis jadi inget masa lalu kalau lihat banyak yang baru kenal Linux dan Open Source yang sangat semangat sekali, termasuk menjelek-jelekkan Windows dkk :)

Enaknya Linux dan Open Source banyak pilihan dan juga dokumentasi yang ada meskipun disisi lain memang harus memasangkan tool satu dengan lainnya dan alat satu dengan lainnya. Beberapa aplikasi bisa dipelajari dan diimplementasikan dengan mudah sementara beberapa aplikasi lain, LDAP misalnya, membutuhkan usaha yang lebih mendalam supaya bisa paham dan bisa melakukan implementasi. Namun, bukan berarti di dunia windows yang kata orang cukup klik dan klik lebih mudah, mungkin karena terbiasa dengan command line dan edit konfigurasi, windows yang harus klik dan klik terasa lebih ribet atau kembali lagi ini soal mindset yang sudah tertanam mengenai apa yang susah dan apa yang gampang :)

Satu-satunya alasan open source lebih baik di dunia bisnis mungkin hanya kemungkinan vendor lock yang lebih kecil. kalau di dunia proprietary memilih teknologi dan aplikasi seolah-oleh sudah pilihan seumur hidup, vendor akan berusaha untuk mengunci kita supaya tidak pindah ke vendor lain, tapi bukan berarti dengan open source kita bisa pindah seenaknya dari satu vendor ke vendor lain, biaya development, testing (Q/A) dan deployement termasuk training tidak sedikit meskipun mungkin dalam jangka panjang aplikasi baru yang digunakan itu lebih murah.

Murah dan mahal ketika sudah dalam sudut pandang bisnis bukan hanya soal harga, orang bilang Total Cost of Ownership (TCO) alias total biaya kepemilikan. Bukan hanya harga lisensi softwarenya tetapi biaya total untuk mengakuisisi / menggunakan software tersebut sampai organisasi kita bisa lancar menggunakannya dan biaya maintenance tentunya.

Jadi pada akhirnya bukan soal cuma soal buka atau tutup tapi soal memilih teknologi yang paling pas untuk organisasi kita dengan biaya sesuai budget dengan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang. Bagaimana menurut anda?

Jakarta Season 2 Day 1

First day on the job? not really. sudah pernah first day di UPKFE, first day di Jakarta Season 1 yang berakhir dua tahun lalu dan sekarang…. lagi.

Ya seperti sudah diduga sebelumnya hari pertama selalu membingungkan. pekan lalu udah email bos tanya apakah harus ketemu beliau dulu atau gimana. Dan haru pertama kemarin disuruh ketemu Mbak Lia dulu dan turun lagi ke lantai tiga (karena ruangan kantor baru gw di lantai 3). Dikasi Dipinjemi laptop Thinkpad R51e. Laptop ini seriously awesome, adem bener gitu, anget pun enggak. Speknya aja yang nggak nguati karena ya memang ini masih jaman IBM. kayaknya ini udah di beli Lenovo tapi masih harus pake / boleh pake brand IBM.

Dipinjemin akun sama mas Jimmy karena password adminnya entah apa. login, browsing browsing dan akhirnya pak bos dateng. dikasi akun login dsb dan kembali browsing-browsing.

Belum juga sejam udah dikasi tau ada klien yang butuh suppport, bisa jalan nanti sore. Tanya diri sendiri nanti harus jalan ke klien sama siapa, menemukan jawabannya sendiri, secara seruangan ini semua megang SAP berarti cuma gw dan karena bos gak bilang nanti ikut saya ke klien artinya….. ya hari pertama jalan sendiri ke tempat klien. Dulu di Season 1 jalan hari pertama juga udah maintenance rutin di salah satu klien di wisma mulia, tapi waktu itu sama Arief. Singkat cerita misi berjalan dengan sukses.

Balik kantor baca-baca lagi, sore giliran udah mau pulang bos malah nyiapin presentasi, diajak diskusi sebentar tentang proposal proyek, shalat maghrib dan pulang. Karena kost deket ya jam 7 udah nyampe kost, itu udah plus makan malam. Jakarta… Jakarta…..

Tempat Kerja Paling Asik Tahun 2011

Great Place To Work merilis tempat kerja paling asik pada tahun tertentu termasuk tahun 2011 ini. Tiap negara memiliki daftar masing-masing, Google misalnya, Google Japan Inc. yang tahun ini menduduki tempat pertama pada 2011 Japan Best Companies to work for di Australia hanya menduduki peringkat ke empat. Ada banyak negara yang listnya dibuat oleh Great Place To Work, sayangnya Indonesia tidak ada didalamnya. Adakah yang tau list semacam ini untuk Indonesia?