#hubbub

Hubbub itu kata mesin satu ini terjemahan dari galau, sebuah kata yang terdiri atas lima huruf. Galau, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :

ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau

Kalau orang bilang usia-usia ABG itu masa-masa labil dan galau, lepas masa ABG ternyata ada fase ABD (anak baru dewasa) yang juga adalah masa-masa labil dan galau ya meskipun beda tentunya. kalau pas ABG masih mencari jati diri, mau jadi apa, mau ikut style apa pakaiannya, musik apa, ikut kegiatan apa dan sebagainya kalau galau tahap dua adalah kerja dimana? kenapa harus kerja (bukan soal uang ya,tapi soal mendasar alasan kenapa sih harus kerja?), mau diperusahaan sekarang sampai kapan? mau pindah kerja atau menetap selamanya? kapan nikah? kapan punya anak? kalau punya anak gimana ya nanti? mau tinggal dimana setelah nikah? masih mau ngekost atau kontrak rumah? kapan beli rumah? atau beli apartemen dulu selama masih berdua setelah menikah? dan masih banyak lagi tentunya.

Dalam kegalauan gak akan membantu untuk cerita dengan teman sekitar yang mostly seangkatan, kakak angkatan, adik angkatan yang tentunya masih mengalami masa galau juga. dan kalau orang galau ketemu orang galau seharusnya jadi dua orang tidak galau kan? tapi besar kemungkinan justru jadi dua orang galau^2 :)

Jadi, Apa kegalauanmu?

Diuangkan

Mumpung masih terasa :)

Jadi Beberapa waktu lalu sebelum pulang sempet ngobrol sama temen kantor, dia ini programmer ABAP alias ABAPer yang sudah malang melintang di dunia SAP. mungkin terpaut dua tiga empat atau lima angkatan diatas gw. Sore itu kita obrol-obrol singkat tentang SAP, tentang SaaS SAP yang mungkin bisa dijual disini, mungkin, karena dia sendiri gak begitu tahu gimana dan kemana arah SAP jual layanan. Sampailah pada pertanyaan sederhana tapi to the point

Teman : “Eh kamu diuangkan juga gak sih? atau cuma untuk internal aja?”
Gw : (ketawa meskipun sudah ngeh arti pertanyaan si mas ini)
Teman : “Kalau kayak Mbak X (bagian finance) itu kan menangani internal aja gak ada proyek diluar”
Gw : “Iya mas aku nangani client juga diluar, ya kayak gitu deh IT lain-lain”
Teman : “Ooo dapet bonus juga kan berarti”
Gw : “he he he, iya sih…” (karena sampai kemarin belum dapet bonus karena tagihan ke klien belum cair)

Dan ya ternyata memang diuangkan. Hmmmm gitu deh :)

Windows, Linux, Proprietary, Open Source

Gw kenal Linux pertama kali sekitar tahun 2001. waktu itu dari edisi perdana majalah InfoLinux. Coba install mandriva Mandrake Linux dikomputer rumah. lupa versi berapa entah 6.2 atau 7.2 ya waktu itu. Jaman itu masih semangat-semangatnya dengan yang namanya open source. Semakin lama gw melihat teknologi apapun itu both open source maupun proprietary “hanya” sebagai bagian dari solusi dan bukan hal yang mendasar yang harus diperjuangkan mati-matian. Kadang ketika monitoring milis jadi inget masa lalu kalau lihat banyak yang baru kenal Linux dan Open Source yang sangat semangat sekali, termasuk menjelek-jelekkan Windows dkk :)

Enaknya Linux dan Open Source banyak pilihan dan juga dokumentasi yang ada meskipun disisi lain memang harus memasangkan tool satu dengan lainnya dan alat satu dengan lainnya. Beberapa aplikasi bisa dipelajari dan diimplementasikan dengan mudah sementara beberapa aplikasi lain, LDAP misalnya, membutuhkan usaha yang lebih mendalam supaya bisa paham dan bisa melakukan implementasi. Namun, bukan berarti di dunia windows yang kata orang cukup klik dan klik lebih mudah, mungkin karena terbiasa dengan command line dan edit konfigurasi, windows yang harus klik dan klik terasa lebih ribet atau kembali lagi ini soal mindset yang sudah tertanam mengenai apa yang susah dan apa yang gampang :)

Satu-satunya alasan open source lebih baik di dunia bisnis mungkin hanya kemungkinan vendor lock yang lebih kecil. kalau di dunia proprietary memilih teknologi dan aplikasi seolah-oleh sudah pilihan seumur hidup, vendor akan berusaha untuk mengunci kita supaya tidak pindah ke vendor lain, tapi bukan berarti dengan open source kita bisa pindah seenaknya dari satu vendor ke vendor lain, biaya development, testing (Q/A) dan deployement termasuk training tidak sedikit meskipun mungkin dalam jangka panjang aplikasi baru yang digunakan itu lebih murah.

Murah dan mahal ketika sudah dalam sudut pandang bisnis bukan hanya soal harga, orang bilang Total Cost of Ownership (TCO) alias total biaya kepemilikan. Bukan hanya harga lisensi softwarenya tetapi biaya total untuk mengakuisisi / menggunakan software tersebut sampai organisasi kita bisa lancar menggunakannya dan biaya maintenance tentunya.

Jadi pada akhirnya bukan soal cuma soal buka atau tutup tapi soal memilih teknologi yang paling pas untuk organisasi kita dengan biaya sesuai budget dengan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang. Bagaimana menurut anda?

Jakarta Season 2 Day 1

First day on the job? not really. sudah pernah first day di UPKFE, first day di Jakarta Season 1 yang berakhir dua tahun lalu dan sekarang…. lagi.

Ya seperti sudah diduga sebelumnya hari pertama selalu membingungkan. pekan lalu udah email bos tanya apakah harus ketemu beliau dulu atau gimana. Dan haru pertama kemarin disuruh ketemu Mbak Lia dulu dan turun lagi ke lantai tiga (karena ruangan kantor baru gw di lantai 3). Dikasi Dipinjemi laptop Thinkpad R51e. Laptop ini seriously awesome, adem bener gitu, anget pun enggak. Speknya aja yang nggak nguati karena ya memang ini masih jaman IBM. kayaknya ini udah di beli Lenovo tapi masih harus pake / boleh pake brand IBM.

Dipinjemin akun sama mas Jimmy karena password adminnya entah apa. login, browsing browsing dan akhirnya pak bos dateng. dikasi akun login dsb dan kembali browsing-browsing.

Belum juga sejam udah dikasi tau ada klien yang butuh suppport, bisa jalan nanti sore. Tanya diri sendiri nanti harus jalan ke klien sama siapa, menemukan jawabannya sendiri, secara seruangan ini semua megang SAP berarti cuma gw dan karena bos gak bilang nanti ikut saya ke klien artinya….. ya hari pertama jalan sendiri ke tempat klien. Dulu di Season 1 jalan hari pertama juga udah maintenance rutin di salah satu klien di wisma mulia, tapi waktu itu sama Arief. Singkat cerita misi berjalan dengan sukses.

Balik kantor baca-baca lagi, sore giliran udah mau pulang bos malah nyiapin presentasi, diajak diskusi sebentar tentang proposal proyek, shalat maghrib dan pulang. Karena kost deket ya jam 7 udah nyampe kost, itu udah plus makan malam. Jakarta… Jakarta…..

Tempat Kerja Paling Asik Tahun 2011

Great Place To Work merilis tempat kerja paling asik pada tahun tertentu termasuk tahun 2011 ini. Tiap negara memiliki daftar masing-masing, Google misalnya, Google Japan Inc. yang tahun ini menduduki tempat pertama pada 2011 Japan Best Companies to work for di Australia hanya menduduki peringkat ke empat. Ada banyak negara yang listnya dibuat oleh Great Place To Work, sayangnya Indonesia tidak ada didalamnya. Adakah yang tau list semacam ini untuk Indonesia?

Quotes NCIS Season 8 Episode 15

McGee : “Bos…This is all my fault, I take responsibility for what happened here. You’ll have my resignation by the end of the day”
Gibbs : “You break protocol McGee?”
McGee : “No, but…”
Gibbs : “I am responsible, you’re part of a team, you’re part of my team, and I’m sure hell not turn in my badge”