Tukang Ojek Dudul

Tukang Ojek Dudul

Images via http://masarifbachtiar.multiply.com/

Jadi kemarin sore pulang dari kantor gw ke daerah Plaza Indonesia. Cari tukang ojek di mampang V deket kantor.

“Ojek?”, tanya salah satu tukang ojek.

“Iya bang, Plaza Indonesia berapa bang?”, tanyaku

“Plaza Indonesia…”, si tukang ojek kelihatannya agak bingung

“Bundaran HI itu lho bang, daerah situ”

“Oh, tiga puluh ribu”

“Gak bisa kurang bang?”

“Pas biasanya juga segitu”

“Ya sudah lah”

Akhirnya dimulailah perjalanan naik ojek ke daerah plaza Indonesia. Sampai perempatan mampang si abang belok ke Tendean.

Gw tanya ke tukang ojek “Lewat mana ini bang?”. Gw gak begitu denger jawabannya tapi dia bilang kalau lewat sana macet. gw berasumsi lewat kuningan udah mulai macet. OK lah kalau begitu, gw cuma berpikir si abang ini tau jalan-jalan tikus yang lebih cepat.

Tendean luruuus terus sampai KFC (gw gak tau itu KFC mana), belok kanan, masuk daerah senopati. tembus udah patung pemuda deket senayan city. dan ternyata harus puter balik lumayan jauh. Sampai deket patung pemuda tukang ojek tanya

“Sebelah mana pak?”
“Lah bang bundaran HI itu sana lho bukan ini”.
“Oh iya saya lupa pak saya kepikiran bundaran yang ini, Kuningan ke kiri ya bundaran HI”

Dalam hati gw “Kampreeet tukang ojek dudul. lo lupa ato kagak tau? kalau gak tau kenape gak bilang dari tadi dudul, udah bawa motornya kayak kakek-kakek, pelan bener”

“Ini kekanan ya pak?”

“Iya, kanan nanti terusssss aja bang”

dan setelah disitu mulai rame ada bis yang habis ambil penumpang ke kanan dikit siabang takut nyalib duluan. si bis kekiri dan dikiri ada taksi, padahal bisa aja ngebut dikit nyalib eee masih juga gak nyalib. Beneran parah deh naik motornya, naik motor dijakarta tapi gak bisa lincah.

Sampailah disemanggi, motor lewat bawah kan gak boleh langsung lurus, dan ketika belok

“ini lurus pak?”, tanya si tukang ojek. lurus itu arah ke slipi itu lho kan setelah kiri harusnya ambil kanan karena motor itu cuma muter lewat bawah tembus Sudirman lagi.

“eee Kanan pak”, tembus disudirman si tukang ojek masih juga bawa motor kayak bawa odong-odong. gw bilang aja

“Terus aja pak, masih jauh kok”, dan si tukang ojek mulai menaikkan kecepatan motornya, “Dari tadi kek kenceng kayak gini”, batin gw

Sampailah di bundarah HI dan dia tanya lagi “Ini kemana pak?”

“Muterin bundaran, itu bang Plaza Indonesia”

Hufff sampai juga. hitungan gw ngojek 20 menit sampai kalau lewat kuningan karena kelihatannya belum terlalu macet, eh sampe 35 menit baru nyampe, gara-gara tukang ojek dudul.

Ek Main Aur Ekk Tu

Warning : Gw gak pernah nulis review film. kalau gak sengaja ke spoil maaf :)

Ada tiga tipe anak di dunia ini, anak yang selalu menurut apa yang diperintahkan orang tuanya, anak yang bandel setengah mati dan anak yang pintar, terlihat patuh didepan orang tua tetapi nakal dibelakang :) Lalu tipe yang manakah Lahul Kapool Rahul Kapoor? dia tipe keempat yang makan minum, olah raga, sekolah, kuliah sampai kerja sudah diatur oleh kedua orang tuanya. Rahul merupakan anak tunggal Pak kapoor dan Bu Kapoor (gak dikasi tau nama lengkap nya siapa), kerja di Marshall & Fox di Vegas. Marshall & Fox merupakan perusahaan arsitektur terbesar ke 11 di Dunia dan sang ayah menginginkan Rahul ada di dua besar. Tepat sebelum libur natal, Rahul diberhentikan. Setahun sebelumnya dia putus dari sang pacar, Anusha. Anusha merupakan anak dari rekan Pak Kapoor dan Bu Kapoor.
Riana Braganza (kareena kapoor) merupakan seorang hair stylist yang tinggal di Vegas dan juga berasal dari India. Riana baru putus dari sang pacar yang setelah putus sering mengirim teman atau orang suruhan untuk melihat kondisi Riana bukan karena perhatian tetapi untuk melihat betapa sengsaranya Riana setelah putus dari Sam, sang pacar.

Mereka berdua bertemu untuk pertama kalinya di supermarket ketika Riana sedang membayar di kasir dan Rahul ada diantrian tepat dibelakang dia. Rahul memberikan pinjaman 50 sen untuk tambahan pembayaran Riana. Setelah itu mereka bertemu lagi di tempat psikolog dan Riana mengira Rahul membuntuti Riana dan merupakan orang suruhan Sam. Riana membawa buku konsultasi milik Rahul dan setelah menyadari kesalahannya dia menelepon Rahul untuk mengembalikan buku itu. Malam natal setelah buku itu dikembalikan merupakan awal cerita mereka berdua. Apakah mereka akan menjadi teman? menjadi sahabat? menjadi pacar? Sampai kapan Rahul akan menyimpan rahasia bahwa dirinya dipecat ke orang tuanya?

Di film ini Kareena berperan jadi cewek yang periang, yang gw inget pertama kali adalah Jab We Met (?? ?? ???) dimana Kareena berperan menjadi Geet Dhillon yang juga riang, cerewet. Seperti film-film India belakangan yang lokasinya gabungan di Amerika dan India, film ini menggambarkan keluarga India modern. Ceritanya sederhana tapi ada beberapa hal mengenai keluarga, teman, sahabat dan cinta yang ada didalam film ini.

Ek Main Aur Ekk Tu itu artinya kurang lebih aku(Main) dan(Aur) kamu(Tu), kayaknya sih :D Ek dan Ekk gak dapet artinya apa, mungkin cuma kata sandang (maksa :D ).

Official Trailer :

Mengelola Layanan Operator Seluler

Baca komentar di tulisan gw soal spam di IM3, gw jadi kepikiran andaikan bisa mengelola layanan yang kita gunakan di operator seluler dari satu web khusus. Minimal kita bisa login dengan nomor telepon dan memanage layanan kita disana, tau saldo pulsa, history telpon (dan SMS mungkin?), dan yang paling penting dari itu semua apa yang kita mau dan apa yang kita tidak mau.

Apa saja yang diatur dari layanan yang ada? paket apa yang kita gunakan sekarang dan bisa on off dengan mudah, kalau memang ada biaya tinggal kasi peringatan aja bahwa pulsa akan berkurang. Iklan apa yang mau kita terima, apakah kita mau menerima iklan dari operator? apakah kita mau menerima iklan dari partner operator (content provider), dan blocking nomor-nomor yang pernah mengirim spam ke kita.

Belakangan ini sering sekali orang iklan jual BB, iPhone dkk baik toko online maupun offline. Kalau yang iklan itu temen gw gak masalah, karena gw tau nomor dia dan juga sebaliknya. Kadang yang buat gw penasaran adalah ini orang dapet nomer gw dari mana? apakah random gitu dari nomor 001-999 tiga digit belakang? kecurigaan gue sih dari penjual pulsa yang nakal yang ngasi daftar nomer yang pernah beli pulsa. Tahun 2011 atau 2010 lalu gw pernah beli pulsa di deket kost nok Riris, waktu itu gw ikut tes kerja apa gitu di jogja, malemnya pas kembali ke Semarang dapet iklan warung es durian apa gitu dan lokasinya di jogja. Semoga dugaan gw salah tapi waktu itu gw langsung kepikiran habis isi pulsa di jogja jadi ini yang SMS dapet nomor dari penjual pulsa.

Mungkin ini cuma dialami gw yang gak terlalu mahir dengan layanan yang diberikan operator. karena harus SMS ke nomer sekian sekian sekian, reg, unreg dsb dan itu menurut gw ribet :D Tapi bisa memanage layanan dan memblokir spam atau apapun yang tidak kita inginkan untuk sampai ke HP itu akan sangat menyenangkan, apalagi kalau dari satu username kita bisa memanage beberapa nomor yang kita gunakan di satu operator. Namun, seperti kata Jin di iklan Djarum 76, “Ngimpiiiiiii……”

Menunda

Lagi-lagi menunda. Kebiasaan lama yang belum hilang dan harus segera dihilangkan. Menunda itu memang menyenangkan untuk apapun itu, mulai dari nyari tiket kereta, “Besok-besok aja H-2 atau H-3 sebelum berangkat, toh gak peak season” sampai ke hal sepenting beasiswa.

Hari ini gw apply ke program Master EM-DMKM. Deadline nya tertulis tanggal 3 Januari 2012 dan gw baru nyadar ketika ngecek ulang tanggal 2. Hari itu juga kontak sworn translator dan tanya apakah bisa translate besok atau tidak dan alhamdulillah ada yang bisa. Keesokan harinya pas mau submit oh ternyata deadline tanggal 7 Januari dan ternyata ada halaman tambahan, jadi yang selama ini gw isi itu baru data pribadi dan masih harus ngisi halaman aplikasi yang ada rekomendasi, cover letter dan beberapa dokumen lain. OK akhirnya nabrak sana sini email Pak Harjum, Pak Imam dan Pak Syakir, dan beliau-beliau alhamdulillah baik hati mau memberikan rekomendasi.

Dari pagi nyambi-nyambi rewrite motivation letter dan setelah jumatan finishing pas mau submit gw cek ulang data personal termasuk attachment ijazah dll dan pas sampai lembar aplikasi deng deng deng. Negara api baru saja menyerang, status aplikasi yang awalnya scholarship only jadi bayar sendiri. Hmmmm padahal masih jam 2 siang. Ya sudah, Bismillah dan kirim aplikasi lalu kirim email ke committee EM-DMKM ngasi tau perubahan tiba-tiba itu. Ya semoga ALLAH ngasi jalan kalau memang beaisiswa dan program ini rezeki gw.

Cerita sama Nok Riris malah dimarahin “Mas ki kebiasaan mepet-mepet deadline, ya udah apply aja gpp semoga masuk”. I know I’m wrong. So, better preparation next time. Insya ALLAH dan jangan lagi menunda-nunda, kalau perlu sehari setelah aplikasi dibuka langsung submit (tentu semua disiapkan sebelumnya). Next destination MOSIG grenoble :)

Hujan dan Macet

Kalau macet teman sehari-hari anda pasti anda berharap bahwa anda tidak terjebak macet baik ketika berangkat kerja, ketika ke klien maupun ketika pulang kerumah. Namun, ketika anda justru jarang menghadapi kemacetan anda berharap sesekali terjebak macet supaya bisa menikmati perjalanan, setidaknya ketika pulang dan tidak terburu waktu.

Kalau tanpa hujan pun jakarta sudah macet terlebih jam berangkat dan jam pulang, dengan hujan macet menjadi lebih mantab. Rute yang biasanya masih cukup lega pun akan menjadi macet dan yang biasanya macet akan jadi tambah macet.

Herannya ketika kita berharap macet supaya bisa menikmati jalan justru kita mendapatkan jalan yang lancar, sebaliknya ketika kita berharap jalanan lancar justru yang ada macet bahkan macet kuadrat. Sekian

Menulis Motivation Letter

Cover letter, motivation letter, professional project dan beberapa nama lain yang intinya sama, essay yang menggambarkan siapa kita, apa yang sudah kita raih dan apa yang kita impikan dimasa depan kita, terutama tentang karir.

Menulis motivation letter kelihatannya mudah, kita sudah merasa mengenal diri kita tapi justru ketika kita memulaimenulis kita akan menyadari bahwa banyak hal tentang diri kita, tentang pencapaian kita, tentang mimpi-mimpi kita yang kita sendiri tidak tahu atau belum tahu.

Ketika mulai menulis kita mulai menemukan kepingan-kepingan puzzle cerita hidup kita dimasa lalu, kepingan puzzle mimpi-mimpi kita dimasa yang akan datang yang mungkin sudah berganti sekian kali sejak kecil. Mungkin apa yang kita lakukan jauh dari mimpi kita dulu. Mungkin apa yang kita lakukan sekarang bukan apa yang kita sukai tapi mau tak mau itu yang harus kita lakukan. Atau, mungkin justru apa yang kita lakukan sekarang apa yang kita sukai baik kita impikan sebelumna maupun tidak.

Kadang kita juga akan bingung apa sih sebenarnya alasan kita sekolah, kenapa sih kita memilih jurusan X? apakah jurusan yang kita pilih yang sesuai dengan kerjaan kita sekarang atau justru jurusan lain yang bisa membuat kita sedikit menggeser jalur karir setelah mendapatkan master?

Apapun yang mau anda tulis akan lebih baik kalau anda membuat kerangka karangan dahulu (thanks mbak alfa untuk tips nya) dan pastikan motivation letter atau cover letter itu jadi cerita yang urut, dari paragraf 1 sampai terakhir bersambung menjadi sebuah cerita, dari siapa kita apa yang sudah kita capai, apa mimpi kita dan kenapa kita harus mengambil / diterima di program yang kita lamar tersebut. Kayaknya sih seperti itu, wong saya sendiri juga masih belajar membuat motivation letter yang bagus :) semoga sukses dan jangan lupa tinggalkan komentar dibawah :)

Seven Eleventh

Tanggal 11 kemarin tepat tujuh bulan gw kerja di perusahaan tempat gw kerja sekarang. Tujuh bulan itu bisa dilihat sudah tujuh bulan atau baru tujuh bulan, terserah mau dilihat dari sudut pandang yang mana. Tujuh bulan disini sebagian besar asik, awal sebelum kerja bapak pernah mengingatkan, kerja itu bukan cuma soal pendapatan dan lain sebagainya, lingkungan kerja yang nyaman dan juga rekan kerja itu juga penting, 36 tahun Bapak bekerja di BUMN (terbesar?) tentu sudah banyak pengalaman tentang kondisi lingkungan kerja dan rekan kerja, dan gw sangat setuju akan hal tersebut sejak awal. Lingkungan kerja di kantor ini asik, rekan kerja mulai dari yang seangkatan sampe yang bapak-bapak dan ibu-ibu asik-asik semua, bos-bos juga asik dan santai, serius tapi santai :D

Banyak hal baru yang gw pelajari secara tidak langsung, setelah lebaran kemarin misalnya, hampir semua ibu-ibu dikantor masalahnya sama, pembantu pulang dan belum kembali / tidak kembali dan sedang cari pembantu lagi, cari pembantu ini pun gak gampang, pertama soal kejujuran, kedua soal skill dan ketiga tentu soal kesesuaian bayaran mereka dengan skill. eh kok malah ngomongin cari pembantu, ok kembali ke topik.

Title resmi gw sekarang “Network Administrator & IT Consultant”, susah juga ternyata menjelaskan kerjaan seperti ini ke orang lain yang non-IT, jadi inget tahun 2008 temen nok Riris pernah tanya ke Nok

“Mas mu kerjanya apa?”
“Administrator”
“Oh staf admin gitu ya?”, tambah si teman, tentu ini cocok karena gw dan Nok sama-sama lulusan kampus tercinta yang satu ini
“Oh bukan, Administrator Sistem, ngurusin server gitu lah”
“Ooooo”

Dan diposisi sekarang pun gw bingung kalau harus njelasin. Kalau pertanyaannya “Dibagian apa?”, jawabannya lumayan gampang “IT”, dan selesai masalah, tapi gak juga kadang harus ngejelasin kerjaan gw ngapain. kalau ke sesama orang IT atau temen yang tau dunia IT jawabannya “Jack of all trades about IT lah dari gadget sampe server”, kalau ke orang yang awam lebih pas, menurut gw tentunya, memberikan jawaban “teknisi komputer”, simple answer but works, toh ya memang jadi teknisi :D Kalau anda penggemar TV Series, dan pernah nonton Chuck, kerjaan gw mirip-mirip kayak Chuck, di nerdherd of Buy More, hanya gw bukan bagian dari joint operation NSA & CIA :D

Tanggal 12 kemarin tepat satu tahun gw tes di Big Blue ID, ketemu mbak Lita untuk pertama kalinya. Waktu itu gw sampe interview user, beliau manajer divisi P systems, dan disana gw sempet tanya apakah ada rolling posisi dikantor ini, kemudian kalau dirolling bagaimana? jawabannya disini kalau udah masuk satu divisi kedepannya ya makin spesialis, makin spesialis dan makin spesialis di sistem yang sama. Waktu itu gw mikir apa gak bosen ya kerja di sistem yang sama seumur hidup? dan ditempat gw kerja sekarang gw dapat jawaban secara nyata, karena disini kerjaan beragam dan harus switching dari satu teknologi ke teknologi lain hal ke hal lain dengan cepat kadang jadi kayak lari-lari, kemarin ngurus BB, besok belajar ngeset iPad, besoknya lagi ngubek-ngubek PHP, Javascript, python dan bahkan access, tapi overall nice adventure sih, cuma kadang ngrasa ngos-ngosan aja harus keep up dengan berbagai hal dengan cepat dan mungkin memang spesialisasi itu harus dan lebih baik. Mari menjalani bulan kedelapan dan bulan-bulan selanjutnya dengan penuh semangat!

Tidak lupa saya mengucapkan Happy Seven Eleventh juga untuk @cloud_igha dan @kurakuragendut yang merayakan 7 / 11 juga di @upkfe. All Izz Well :)

Kuliah Itu

  1. Pada dasarnya membosankan, baik kamu senang dengan mata kuliah dan jurusan kuliah atau tidak
  2. Membutuhkan waktu yang konsisten setiap pekannya untuk mempelajari materi kuliah dan menyelesaikan tugas, kalau Professor bilang setidaknya luangkan waktu 10 jam setiap pekannya untuk mata kuliah tersebut, luangkan. cicil tiap hari jangan tumpuk semuanya diakhir pekan
  3. Tugas itu selalu bilang ke kita “nanti saja”, “masih lama”, “masih x hari lagi kok deadlinenya”, dan banyak kalimat penunda lainnya. kalau penunda lapar sih mending, tapi kalau penunda ngerjain tugas bukan judul yang OK untuk mahasiswa
  4. Mau Offline (tatap muka dikelas) maupun online (nonton video kuliah) sama aja beratnya dan membosankannya. nonton TV series satu season 24 episode seharian penuh akan menyenangkan. tapi nonton video kuliah 15 menit itu membosankan, but deal with it :)
  5. Belajar, bukankah itu niat awalnya? jadi kalau merasa bosan capek dan sebagainya ingat kembali niat awal kuliah